Sabtu, 28 Juni 2014

Firhan, The Journal Of Life: Untuk Mereka...

Akhir Semester, Juni 2014...

Journal Of Life... 


Ini ceritaku tentang mengenalnya, Ya... hmmm ndak tau kenapa kok rasanya sedih harus tau kabar tentang pindahnya dia. Ya memang aku sebenarnya sudah tau lama semenjak pertengahan semester lalu bahkan, sebelum yang lain tau tentang kabar ini, dari orang yang benar-benar mengetahuinya. Hmmm... menyesal hanya mengenalnya sesingkat ini namun kisah 7 bulan bersamaNya itu tentu memiliki hal yang menarik, mulai awal latihan bersama hingga tertunduk sedih bersama. Di awal latihan bareng memang aku sudah sering menggodhog dia untuk lebih serius dalam berproses, tentu tidak hanya dia tapi juga beberapa anak yang lainnya... aku sudah melihat semangatnya memang dari awal, aku juga membaca tentang tersenyum bersamanya di lain kesempatan... yah singkat cerita tibalah hari pementasan pertunjukan massal itu, wal hasil sukses, dan ini menjadi awal bangkitnya kembali komunitas seni tari di sekolahku itu. Setelah itu kami pun sering latihan rutin dan aku makin yakin kalau suatu saat aku dapat membawa komunitasku ini untuk bersaing seperti sekolah-sekolah lain di daerahku. Hmmmm dan saat-saat itu tiba ketika aku mendengar info tentang kompetisi tari tingkat kabupaten di salah satu universitas islam di daerah ku, dalam rangka HUT UKM seni nya. Sekolahku memang kurang responsif dengan info-info lomba apalagi lomba seperti ini, tanpa menunggu, akhirnya ku daftarkan 5 anggota komunitas kami itu, salah satunya dia, aku tidak terlibat disini karena aku memang tidak berkecimpung di bidang ini. Karena memang sudah tekatku untuk menyadarkan sekolah dan memperjuangkan komunitas ini, aku rela mengurus registrasi mereka, untuk meminta surat delegasi kesekolah saja sampai dengan berbagai cara (karena memang tidak mudah mendapat surat itu di sekolahku) namun akhirnya kudapatkan juga, bahkan mendampingi mereka hingga mereka lomba. Mulai awal latihan entah kenapa dia menjadi manja padaku, mulai kostum hingga pola geraknya dia selalu meminta komentarku. Entah ini firasat atau apa tapi memang ini tak seperti biasanya. Semuanya akhirnya siap berkompetisi. Aku pun hari itu cuti untuk mendampingi mereka, sejak pagi dia sudah berkata ‘han, nanti minta tolong bantu pakein kostumnya ya’, ‘han, aku pinjam property mu’ dan itupun dengan wajah memelasnya dan nada-nada manja, memang ku katakan saat itu kami berdua menjadi seperti kakak-adik.. hmmm... dan lomba dimulai aku pun hanya tersenyum turut merasakan kesenangan mereka bisa beradu bakat disini, bukan kalah dan menang yang kami pikirkan tapi kesempatan untuk mengadu bakat disini... hingga waktu istirahat makan siang kami hanya bergurau tentang penampilan mereka tadi, hingga pengumuman juara tiba, betapa kagetnya ketika mendengar 2 nama persnonil kami dalam urutan 3 besar, kami membawa 2 pemenang sekaligus yaitu juara 2 & 3, dan dia adalah juara 2. Tak ada yang menyangkan jika dia yang menjadi juara 2, karena dugaan ku justru tidak demikian. Aku pun semakin tersenyum lebar... akhirnya aku pun berkata dalam hati “maturnuwun gusti, memang ini rizkimu yang ku nantikan, setidaknya usaha ku selama ini tak sia-sia” pulanglah kami ke sekolah untuk sekedar memamerkan piala kami, aku pun duduk tersenyum melihat mereka mendapat banyak ucapan selamat dan itu pun seperti yang ku fikirkan sebelumnya. Karena mememenangkan ajang tersebut, kami mendapat kesempatan untuk mengisi puncak acara HUT UKM seni Universitas tersebu keesokan harinya. Dan hari itu pun tiba, perasaanku kurang enak. dia yang masih manja itu memintaku untuk memakaikan kostumnya. Dari awal aku memang sudah mencium akan terjadi sesuatu dan itupun memang benar, ini petaka bagiku. Dari awal aku sudah berkali-kali bahkan ratusan kali mengingatkan mereka tapi sepertinya mereka tak mengindahkan ucapanku. Dalam pementasan sore itu beberapa kejadian yang cukup membuat senyumku berganti akan raut kecewa. Hingga sore itu kami berdua duduk berpandangan dan meratapi yang terjadi, bahkan saat itu aku sempat kesal bahkan marah, akupun teringat juga sikapnya akhir-akhir ini, dia pun tertunduk dengan mata berkaca-kaca, tak tega sebenarnya tapi ucapan ini mengalir begitu saja bersama salah satu sahabat juga yang saat itu menjadi juara 3... kejadian ini diketahui pihak sekolah, bahkan menyeret anak-anak lain terjerat kasus yang cukup serius hinga ke sekolah, aku sebisa mungkin menutupi namun memang waktu itu aku berfikir ‘seperti sayur, jika aku terlalu rapat menutupnya pasti akan basi’. Hmmm... hari pun berganti hari pertama setalah hari itu memang biasa, namun terasa aneh ketika hari ke 2 dan seterusnya. Saat itu kelas level atasku mengikuti ujian praktek mapel seni tari sekaligus berkesempatan mengisi pentas rutin di aloon-aloon, termasuk dia. Dan hari itu memang sedang berlangsung latihan rutin, mereka yang dulu biasanya menyapaku setiap bertemu, berpapasan seakan buta tak melihat, aku merasa ada yang aneh dengan mereka aku berfikir mungkin mereka berfikir jika aku yang membawa mereka ke masalah ini, hingga mereka menjauhi ku, padahal selama ini aku masih memikirkan mereka tentunya nasib tentang komunitasku itu.  Hmmm aku pun hanya tersenyum, disini tak ada satupun dari mereka yang menyapaku bahkan tersenyum saja fakesmile. Kejadian itu akhirnya juga diketahui kepala sekolahku, beliau marah hebatt tentang kejadian ini, beliau kecewa, hingga beranggapan bahwa komunitas yang ku pegang itu tidak dapat dipercaya lagi untuk mengikuti event-event seperti lomba dll. Hari pentas malam itu pun tiba. Aku tetap hadir disana sekedar memberi support untuk mereka disana. Kebetulan aku juga bertugas mendokumentasikannya. Di belakang stage pun mereka tak menghiraukan aku hingga akhirnya aku hanya mengarahkan kameraku ke arah mereka dari jauh. Saat pentas tiba sesaat riuh supporter dari sekolahhku menyerukan nama komunitas ku itu... tapi tiba-tiba musik iringan mati dan sesaat aku spontan berkata dalam hati “Gusti... apakah aku ini menyimpan dendam atau mendoakan hal buruk untuk mereka???” mata ini tercengan menahan rintihan, entah tiba-tiba aku pun merasakan tubuhku bergetar... pentaspun berlanjut meski tanpa iringan musik. Seusai mereka pentas aku menuju belakang stage untuk mengambil gambar mereka, memang pengennya untuk foto bareng tapi aku tahu kondisi waktu itu sedang tidak bais dengan suasana yang demikian. Malam harinya setelah acara usai akupun duduk di area aloon-aloon sambil merenungkan hal tadi, bersama kawan dekatku juga segelas jus buah. Entah diriku ini merasa sangat bersalah... Hari berganti hari suasana masih bertahan tegang aku pun seperti tidak memiliki siapa-siapa disekolah, beberapa teman juga bertanya-tanya “lhah fir, tumben gak sama mereka???” akupun hanya tersenyum membalsnya. Kebetulan saat itu aku juga sedang persiapan mengikuti ajang pelajar tingkat kab juga. Saat itu bersama salah satu pembimbing yang aku anggap ibuku di sekolah, aku sempat curhat soal kejadian itu dan dia pun mengerti keadaanku dan berkata “Tenang fir, yakinlah suatu saat mereka akan datang dan berterima kasih sama kamu, karena saya yaki kamu lakukan itu semua karena kamu care sama mereka” beliau hingga bercerita, bahwa dia tidak akan bertahan lagi di sekolahku kecuali jika ia mau tinggal kelas karena banyaknya kasus yang sudah dia alami. Aku tecengan disitu, entah kenapa tangan ku bergetar sedih mendengar kabar itu karena aku yakin dia masih bisa kembali menjadi lebih baik. Sempat membujuknya agar menengahinya dengan cara lain tapi memang semua itu khayal terjadi. Sepulan dari bimbingan itu aku pun sempat tiba-tiba terisak menyesal mengenalnya sesingkat ini, diriku pun merasa sangat bersalah atas kejadian-kejadian yang terjadi sehingga membuatnya seperti ini. Aku adalah orang yang pertama mengetahui sebagia siswa tentang berita jika kemungkinan besar ia tidak bisa bertahan lagi semester depan. Dan akhirnya pu aku berusaha menindahkan masa-masa terakhirnya bersama... suasana pun kembali aku juga kurang tau apa yang membuat mereka sudah kembali seperti dulu meski sedikit janggal. Akhirnya kami pun kembali seperti dulu, aku semakin memperhatika dia, karena aku tahu aku akan kehilangan sosok sepertinya, tentunya dalam event-event yang akan datang ia tidak bisa ikut serta lagi untuk komunitas kami ini... Suatu hari, pada bulan Mei 2014 aku diminta pihak sekolah untuk mempersembahkan karya untuk pentas seni pelepasan kakak kelas kami yang hampir lulus (sekarang sudah lulus). Akhirnya aku memilih salah satu karya yang cukup wah semuanya lagi-lagi ku persiapkan, aku pun memilih 7 orang termasuk aku untuk terlibat di dalamnya dan salah satunya dia... aku hanya ingin masa-masa terakhirnya disini menjadi berarti baginya juga bagi kami. Setelah beberapa minggu latihan tibalah saat kami pentas, sengaja waktu itu kami mengenakan kostum original dan format original, kami menjadi sekolah pertama yang mendapat kesempatan untuk memakai kostum asli seperti yang dipakai penari aslinya, secara karya tari ini cukup mewah dan menjadi masterpiece dalam acara itu. Pentaspun berjalan dengan lancar, ini menjadi pentas terakhirnya disini, hingga saat itu banyak yang belum mengetahui tentang kabar tentang dirinya. Pentas kami pun manjadi sorotan banyak siswa dan guru, dan lagi aku berkata dan tersenyum “matur nuwun gusti... menjadikan hari-harinya berarti bagi kita semua”... hingga akhirnya Kenaikan kelas tiba aku pun sudah siap akan ini, banyak temannya yang baru tahu, bahkan hingga saat ini belum tahu tentang dia yang harus meninggalkan sekolah ku ini. Di hari masuk terskhir sku pun hanya tersenyum dan mencoba mengerti maksud tuhan. Memang sekarang mentalnya rusak akibat pergaulannya, lingkungannya. Pribadi itu sedang terjebak dala dilema yang mengharuskannya melewati jalan ini, akupun juga sempat mengetahui gaya hidupnya. ya dan ini cara tuhan memperbaikinya dengan mebawanya jauh dari sini :) setidaknya mengenalmu selama ini menjadi pelajaran hidup bagiku, juga menjadi kisah pelengkap dalam The Journal Of My life... :) terima kasih kawan dapat tersenyum bersamamu adalah hal indah bagiku, syukur juga bisa memberimu kenang-kenangan tentang keberhasilan :)
Berharapku kelak ketika kita bertemu lagi jadilah pribadi yang lebih baik dari kemarin :)