Akhir Semester, Juni 2014...
Journal Of Life...
Journal Of Life...
Ini ceritaku tentang mengenalnya, Ya... hmmm ndak
tau kenapa kok rasanya sedih harus tau kabar tentang pindahnya dia. Ya memang
aku sebenarnya sudah tau lama semenjak pertengahan semester lalu bahkan,
sebelum yang lain tau tentang kabar ini, dari orang yang benar-benar
mengetahuinya. Hmmm... menyesal hanya mengenalnya sesingkat ini namun kisah 7
bulan bersamaNya itu tentu memiliki hal yang menarik, mulai awal latihan
bersama hingga tertunduk sedih bersama. Di awal latihan bareng memang aku sudah
sering menggodhog dia untuk lebih
serius dalam berproses, tentu tidak hanya dia tapi juga beberapa anak yang
lainnya... aku sudah melihat semangatnya memang dari awal, aku juga membaca
tentang tersenyum bersamanya di lain kesempatan... yah singkat cerita tibalah
hari pementasan pertunjukan massal itu, wal hasil sukses, dan ini menjadi awal
bangkitnya kembali komunitas seni tari di sekolahku itu. Setelah itu kami pun
sering latihan rutin dan aku makin yakin kalau suatu saat aku dapat membawa
komunitasku ini untuk bersaing seperti sekolah-sekolah lain di daerahku. Hmmmm dan
saat-saat itu tiba ketika aku mendengar info tentang kompetisi tari tingkat
kabupaten di salah satu universitas islam di daerah ku, dalam rangka HUT UKM
seni nya. Sekolahku memang kurang responsif dengan info-info lomba apalagi
lomba seperti ini, tanpa menunggu, akhirnya ku daftarkan 5 anggota komunitas
kami itu, salah satunya dia, aku tidak terlibat disini karena aku memang tidak
berkecimpung di bidang ini. Karena memang sudah tekatku untuk menyadarkan
sekolah dan memperjuangkan komunitas ini, aku rela mengurus registrasi mereka,
untuk meminta surat delegasi kesekolah saja sampai dengan berbagai cara (karena
memang tidak mudah mendapat surat itu di sekolahku) namun akhirnya kudapatkan
juga, bahkan mendampingi mereka hingga mereka lomba. Mulai awal latihan entah
kenapa dia menjadi manja padaku, mulai kostum hingga pola geraknya dia selalu
meminta komentarku. Entah ini firasat atau apa tapi memang ini tak seperti
biasanya. Semuanya akhirnya siap berkompetisi. Aku pun hari itu cuti untuk
mendampingi mereka, sejak pagi dia sudah berkata ‘han, nanti minta tolong bantu
pakein kostumnya ya’, ‘han, aku pinjam property mu’ dan itupun dengan wajah
memelasnya dan nada-nada manja, memang ku katakan saat itu kami berdua menjadi
seperti kakak-adik.. hmmm... dan lomba dimulai aku pun hanya tersenyum turut
merasakan kesenangan mereka bisa beradu bakat disini, bukan kalah dan menang
yang kami pikirkan tapi kesempatan untuk mengadu bakat disini... hingga waktu istirahat
makan siang kami hanya bergurau tentang penampilan mereka tadi, hingga
pengumuman juara tiba, betapa kagetnya ketika mendengar 2 nama persnonil kami
dalam urutan 3 besar, kami membawa 2 pemenang sekaligus yaitu juara 2 & 3,
dan dia adalah juara 2. Tak ada yang menyangkan jika dia yang menjadi juara 2,
karena dugaan ku justru tidak demikian. Aku pun semakin tersenyum lebar...
akhirnya aku pun berkata dalam hati “maturnuwun gusti, memang ini rizkimu yang
ku nantikan, setidaknya usaha ku selama ini tak sia-sia” pulanglah kami ke
sekolah untuk sekedar memamerkan piala kami, aku pun duduk tersenyum melihat
mereka mendapat banyak ucapan selamat dan itu pun seperti yang ku fikirkan
sebelumnya. Karena mememenangkan ajang tersebut, kami mendapat kesempatan untuk
mengisi puncak acara HUT UKM seni Universitas tersebu keesokan harinya. Dan hari
itu pun tiba, perasaanku kurang enak. dia yang masih manja itu memintaku untuk
memakaikan kostumnya. Dari awal aku memang sudah mencium akan terjadi sesuatu
dan itupun memang benar, ini petaka bagiku. Dari awal aku sudah berkali-kali
bahkan ratusan kali mengingatkan mereka tapi sepertinya mereka tak mengindahkan
ucapanku. Dalam pementasan sore itu beberapa kejadian yang cukup membuat
senyumku berganti akan raut kecewa. Hingga sore itu kami berdua duduk
berpandangan dan meratapi yang terjadi, bahkan saat itu aku sempat kesal bahkan
marah, akupun teringat juga sikapnya akhir-akhir ini, dia pun tertunduk dengan
mata berkaca-kaca, tak tega sebenarnya tapi ucapan ini mengalir begitu saja bersama
salah satu sahabat juga yang saat itu menjadi juara 3... kejadian ini diketahui
pihak sekolah, bahkan menyeret anak-anak lain terjerat kasus yang cukup serius
hinga ke sekolah, aku sebisa mungkin menutupi namun memang waktu itu aku
berfikir ‘seperti sayur, jika aku terlalu rapat menutupnya pasti akan basi’. Hmmm...
hari pun berganti hari pertama setalah hari itu memang biasa, namun terasa aneh
ketika hari ke 2 dan seterusnya. Saat itu kelas level atasku mengikuti ujian
praktek mapel seni tari sekaligus berkesempatan mengisi pentas rutin di
aloon-aloon, termasuk dia. Dan hari itu memang sedang berlangsung latihan
rutin, mereka yang dulu biasanya menyapaku setiap bertemu, berpapasan seakan
buta tak melihat, aku merasa ada yang aneh dengan mereka aku berfikir mungkin
mereka berfikir jika aku yang membawa mereka ke masalah ini, hingga mereka
menjauhi ku, padahal selama ini aku masih memikirkan mereka tentunya nasib tentang
komunitasku itu. Hmmm aku pun hanya
tersenyum, disini tak ada satupun dari mereka yang menyapaku bahkan tersenyum
saja fakesmile. Kejadian itu akhirnya
juga diketahui kepala sekolahku, beliau marah hebatt tentang kejadian ini,
beliau kecewa, hingga beranggapan bahwa komunitas yang ku pegang itu tidak
dapat dipercaya lagi untuk mengikuti event-event seperti lomba dll. Hari pentas
malam itu pun tiba. Aku tetap hadir disana sekedar memberi support untuk mereka
disana. Kebetulan aku juga bertugas mendokumentasikannya. Di belakang stage pun
mereka tak menghiraukan aku hingga akhirnya aku hanya mengarahkan kameraku ke
arah mereka dari jauh. Saat pentas tiba sesaat riuh supporter dari sekolahhku
menyerukan nama komunitas ku itu... tapi tiba-tiba musik iringan mati dan
sesaat aku spontan berkata dalam hati “Gusti... apakah aku ini menyimpan dendam
atau mendoakan hal buruk untuk mereka???” mata ini tercengan menahan rintihan,
entah tiba-tiba aku pun merasakan tubuhku bergetar... pentaspun berlanjut meski
tanpa iringan musik. Seusai mereka pentas aku menuju belakang stage untuk
mengambil gambar mereka, memang pengennya untuk foto bareng tapi aku tahu
kondisi waktu itu sedang tidak bais dengan suasana yang demikian. Malam harinya
setelah acara usai akupun duduk di area aloon-aloon sambil merenungkan hal
tadi, bersama kawan dekatku juga segelas jus buah. Entah diriku ini merasa
sangat bersalah... Hari berganti hari suasana masih bertahan tegang aku pun
seperti tidak memiliki siapa-siapa disekolah, beberapa teman juga
bertanya-tanya “lhah fir, tumben gak sama
mereka???” akupun hanya tersenyum membalsnya. Kebetulan saat itu aku juga
sedang persiapan mengikuti ajang pelajar tingkat kab juga. Saat itu bersama
salah satu pembimbing yang aku anggap ibuku di sekolah, aku sempat curhat soal
kejadian itu dan dia pun mengerti keadaanku dan berkata “Tenang fir, yakinlah suatu saat mereka akan datang dan berterima kasih
sama kamu, karena saya yaki kamu lakukan itu semua karena kamu care sama mereka”
beliau hingga bercerita, bahwa dia tidak akan bertahan lagi di sekolahku
kecuali jika ia mau tinggal kelas karena banyaknya kasus yang sudah dia alami. Aku
tecengan disitu, entah kenapa tangan ku bergetar sedih mendengar kabar itu
karena aku yakin dia masih bisa kembali menjadi lebih baik. Sempat membujuknya
agar menengahinya dengan cara lain tapi memang semua itu khayal terjadi. Sepulan
dari bimbingan itu aku pun sempat tiba-tiba terisak menyesal mengenalnya
sesingkat ini, diriku pun merasa sangat bersalah atas kejadian-kejadian yang
terjadi sehingga membuatnya seperti ini. Aku adalah orang yang pertama
mengetahui sebagia siswa tentang berita jika kemungkinan besar ia tidak bisa
bertahan lagi semester depan. Dan akhirnya pu aku berusaha menindahkan
masa-masa terakhirnya bersama... suasana pun kembali aku juga kurang tau apa
yang membuat mereka sudah kembali seperti dulu meski sedikit janggal. Akhirnya kami
pun kembali seperti dulu, aku semakin memperhatika dia, karena aku tahu aku
akan kehilangan sosok sepertinya, tentunya dalam event-event yang akan datang
ia tidak bisa ikut serta lagi untuk komunitas kami ini... Suatu hari, pada
bulan Mei 2014 aku diminta pihak sekolah untuk mempersembahkan karya untuk pentas
seni pelepasan kakak kelas kami yang hampir lulus (sekarang sudah lulus). Akhirnya
aku memilih salah satu karya yang cukup wah
semuanya lagi-lagi ku persiapkan, aku pun memilih 7 orang termasuk aku untuk
terlibat di dalamnya dan salah satunya dia... aku hanya ingin masa-masa
terakhirnya disini menjadi berarti baginya juga bagi kami. Setelah beberapa
minggu latihan tibalah saat kami pentas, sengaja waktu itu kami mengenakan
kostum original dan format original, kami menjadi sekolah pertama yang mendapat
kesempatan untuk memakai kostum asli seperti yang dipakai penari aslinya,
secara karya tari ini cukup mewah dan menjadi masterpiece dalam acara itu. Pentaspun
berjalan dengan lancar, ini menjadi pentas terakhirnya disini, hingga saat itu
banyak yang belum mengetahui tentang kabar tentang dirinya. Pentas kami pun
manjadi sorotan banyak siswa dan guru, dan lagi aku berkata dan tersenyum “matur
nuwun gusti... menjadikan hari-harinya berarti bagi kita semua”... hingga
akhirnya Kenaikan kelas tiba aku pun sudah siap akan ini, banyak temannya yang
baru tahu, bahkan hingga saat ini belum tahu tentang dia yang harus
meninggalkan sekolah ku ini. Di hari masuk terskhir sku pun hanya tersenyum dan
mencoba mengerti maksud tuhan. Memang sekarang mentalnya rusak akibat
pergaulannya, lingkungannya. Pribadi itu sedang terjebak dala dilema yang
mengharuskannya melewati jalan ini, akupun juga sempat mengetahui gaya
hidupnya. ya dan ini cara tuhan memperbaikinya dengan mebawanya jauh dari sini
:) setidaknya mengenalmu selama ini menjadi pelajaran hidup bagiku, juga
menjadi kisah pelengkap dalam The Journal Of My life... :) terima kasih kawan
dapat tersenyum bersamamu adalah hal indah bagiku, syukur juga bisa memberimu
kenang-kenangan tentang keberhasilan :)
Berharapku kelak ketika kita bertemu lagi jadilah pribadi yang lebih baik dari kemarin :)
Berharapku kelak ketika kita bertemu lagi jadilah pribadi yang lebih baik dari kemarin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar